Selasa, 16 Desember 2008

TRY TO HOLD ON

Kamis 23 Oktober 2008
Pop Tart, can you envision
A free world of clear division?
For too long they held us under
But I know we're getting over
In Detroit with the Nashville tears
Like you said, it's down in the heat with the broken numbers
Down in the gaze of solemnity
Down in the way you've held together
Sambil mendengar Try-try-try dari Smashing Pumpkins, perjalanan jauh dari Tangerang menuju Rawamangun benar-benar kunikmati. Mungkin moment-moment seperti ini tidak akan dapat kurasakan kembali. Suatu perjalanan menuju tempat yang biasa ku tuju dengan dengan sedikit beban bahkan tanpa beban. Hari itu aku benar-benar menjadi orang yang sangat melankolis. Beberapa saat dari hari itu, aku akan diwisuda. Segala perasaan yang kurasakan campur aduk. Lega, karena akhirnya skripsi yang kukerjakan selama kurang lebih 6 bulan selesai juga. Walaupun dulu sempat pesimis tidak lulus tahun ini, karena sempat judul skripsiku digagalkan pada saat seminar proposal dan sempat ”stuck” juga karena engga nemu-nemu judul baru, tapi ”When there is a will, there is a way”. Prinsip itu benar-benar ku resapi dalam otakku selama mengerjakan skripsi itu.
Senang, karena akhirnya aku tidak lagi merepotkan orang tuaku dalam segi finansial tentunya. Sedih, karena akan berpisah dengan teman-teman seperjuanganku selama empat tahun ini. Dan perasaan yang paling banyak kurasakan adalah takut. Takut, karena beban dan masalah hidup tentunya semakin besar. Masalah yang bukan hanya sekedar: ”gila...besok deadline tugas. Gw belum ngerjain sama sekali.” Dan ”sialan, nilai uts matek gw Cuma 55. Bisa-bisa gw dapet C nih ntar.” Atau ”Masih hari Rabu, duit gw tinggal 30 ribu. Makan apaan nih 3 hari di kosan? Belum duit buat nge-print paper....Hoaaahh....!!!” Atau mungkin: ”Kamprettt!!!! Temen gw sendiri ngeboongin gw!!!!!!”
Sekarang hal yang selalu menghantui pikiran gw untuk saat ini adalah:WELCOME TO THE REAL WORLD GIRL. SEKARANG, APA YANG BISA LO BANGGAIN BUAT BERTAHAN HIDUP?????????
Anjrit, sudah 22 tahun begini, gw belum juga bisa menemukan jati diri gw. Gw belum tau bakat dan prestasi apa sih yang bisa gw tonjolin? Mau kerja di bidang apa gw ntar? Pendidikan alias jadi guru atau dosen sesuai dengan jurusan gw? Gw sendiri masih ragu apakah gw bisa di bidang itu? Karena menurut gw, jadi guru ya bukan sekedar memberikan materi, tapi juga lo harus bisa jadi bahan contoh. Sementara dari gw, apa yang bisa dicontoh? Gw sendiri masih bingung, siapa gw???
Sebenarnya, sekarang gw udah bekerja di suatu perbankan global bagian call centre. Udah 3 bulan sih. Tapi, jujur aja gw gak nyaman kerja disitu, karena basicly gw gak suka dunia perbankan. Sialnya, gw malah pernah magang n kerja di bank. Tersiksa banget, kerja di bidang yang kita gak suka.
Try to hold on to this heart a little bit longer.
Seperti kata Smashing Pumpkins, maybe I try to hold on to this job a little bit longer. At least, until I finish my obligation. Akhir bulan desember masa kontrak gw akan habis. Dan gw akan resign dari sana. Yipppiee.....artinya gw akan keluar dari tempat ’neraka’ tersebut, hehehe. Tapi, masalah gak selesai sampai di situ. Masalah baru adalah gw nyari duit dimana lagi ntar?
Pengennya sih, dapet kerjaan yang bener-bener gw suka dan bakat di bidang itu. Tapi inilah masalahnya, gw gak tau bakat gw apaan?
Pengen jadi penulis, tapi gak bisa mengarang indah. Imajinasi gw pas-pasan.
Pengen jadi wartawan, tapi gw ngerasa gak kreatif buat nanya-nanya orang.
Pengen jadi dokter, gak mungkin lah vin. Jurusan lo apaan?
Pengen jadi guru, mungkin. Tapi, gw merasa gak ahli dalam menjelaskan dan mentransfer ilmu ke orang lain.
Pengen jadi seniman, gw Cuma bisanya menikmati seni, gak bisa menghasilkan barang seni kecuali air seni.
Pengen jadi akuntan, gw paling gak suka itung-itungan angka.
APA DONG?!APA DONG?! APA DONG?!
Jadi guru TK aja deh. Gw suka anak kecil.
Pengen juga kerja di media, mudah-mudahan keterima.
Perusahaan EO, TV, Radio, majalah, dan koran, here I come after I finish my job of course, hehe..